Konsep Merdeka Belajar Memperlambat KKN Di Universitas Mataram

  Universitas Mataram (UNRAM) merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, berkedudukan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Proses berdirinya Universitas Mataram diawali dengan pembentukan Panitia Persiapan Pendirian Universitas Negeri di Mataram berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 89/62 tanggal 26 Juni 1962. Panitia ini diketuai oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTB, yaitu R. Ar. Moh. Ruslan Tjakraningrat. Dalam dunia pendidikan saat ini dikenal setidaknya ada tiga jenis status Perguruan Tinggi Negeri (PTN), PTN Satker Murni, PTN Satker BLU dan PTN-BH. Khusus PTN Satker BLU terdapat dua dasar hukum yang sering menjadi rujukan satker jenis ini, yaitu Undang-undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Universitas Mataram merupakan salah satu kampus yang berada dalam jenis ini. Dalam praktiknya perguruan...

Aku saja yang menjadi Oposisi



Beberapa hari terakhir, Indonesia diguncangkan dengan rancangan revisi terhadap Undang-Undang KPK, KUHP, Agraria, dan Minerba. Ribuan mahasiswa turun di setiap daerah menyatakan penolakannya terhadap beberapa ayat dalam undang-undang yang tidak pro terhadap rakyat tapi pro akan pemerintah. Dialog demi dialog antar profesor dari semua daerah berkumpul, berargumen menentang dan menyetujui revisi ini berdasarkan pandangan politik  masing-masing. Mahasiswa hadir tidak lahir dari perdebatan yang mengandung unsur politik, tapi mahasiswa hadir dalam perdebatan karena masyarakat merasa terusik.

Dalam kalangan mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, DPR yang disebut sebagai Dewan Perwakilan Rakyat berubah penyebutannya menjadi Dewan Penjilat Rakyat. Hal ini dikarenakan sikap DPR yang lupa akan janji pengabdiannya kepada masyarakat Indonesia dan lebih mengutamakan kepentingan partai politiknya. Ini yang  membuat geram para aktivis mahasiswa di seluruh indonesia. Kampus-kampus di setiap daerah melakukan aksi penolakan ke gedung DPR. Kami tau, DPRD tidak punya kekuatan untuk melakukan penolakan atas revisi itu tapi kami yakin dan pasti DPR Daerah punya kuasa untuk melakukan pengajuan penolakan atas  revisi tersebut.

Dalam permasalahan Indonesia saat ini, pemerintah mencoba memutar otak masyarakat dengan pernyataan gerakan mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan tertentu. Dengan membuat isu baru, pemerintah mencoba menutup permasalahan yang ada. Dilihat dari beberapa bulan yang lalu, mulai dari terbakarnya hutan di Sumatera yang mengakibatkan asap sampai ke luar negri sampai sekarang dengan rancangan revisi UU agraria, ada sebuah konspirasi yang tersusun rapi dan sistematis.

Apakah puluhan nyawa dan ratusan luka para demosntrasi tidak membuka mata hati para DPR? Apakah gerakan yang dibangun oleh mahasiswa saat ini masih dikatakan ditunggangi oleh pihak tertentu? Apakah pemerintah tidak berpikir mahasiswa tidak menyayangi diri sendiri? Terbukti saat ini tetesan darah dan air mata tak menyurutkan niat suci para mahasiswa dengan mengorbankan waktu tenaga jiwa dan raga demi Indonesia merdeka. Apakah gerakan kami masih dibilang ditunggangi?


Pertemuan pejabat pemerintah antara penantang dan pemenang membuat suatu kesepakatan dan kontrak politik meyakini para mahasiswa bahwa oposisi sudah tidak ada. Kami para mahasiswa bukan tidak suka akan pemerintah damai, tapi ketika suatu itu tidak benar apakan kita akan bungkam? Maka, biarkan mahasiswa sebagai kuda hitam yang memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan dan kontrol.Dipundakk kami para pemuda masih menyimpan berjuta tanggung jawab untuk peradaban berikutnya. Perjuangan suci para pendahulu kami tidak mau kami hianati. Jika saat ini kementrian riset dan teknologi mengeluarkan surat edaran untuk setiap rektor tidak mengizinkan mahasiswa turun aksi, maka kami siap membuka almamater kami. Jika mati adalah hal yang harus terjadi, maka biarkan kami tetap menjadi oposisi untuk Indonesia yang berdikari.

Comments

Popular posts from this blog

Pemerintah belum siap menghadapi pandemi